Arsip Kategori: teknologi

Kekurangan Penelitian Online

ImageBagaikan dua sisi mata uang yang saling kontradiktif, demikian pula yang berlaku pada penelitian online. Selain memiliki sejumlah nilai tambah yang membuat metode penelitian ini banyak diminati juga terdapat beberapa kekurangan. Hal ini tak pelak menjadi sisi negatif dan merupakan suatu kelemahan yang membuatnya rentan. Namun tidak ada yang perlu dikhawatirkan sepanjang langkah antisipasi telah disiapkan jika seandainya berhadapan dengan masalah yang dipicu oleh kekurangan dari penelitian online itu sendiri antara lain :

  1. Jawaban Tidak Lengkap: responden mungkin akan mengirimkan jawaban yang tidak lengkap dikarenakan beberapa penyebab, di antaranya ialah dia sengaja mengisi jawaban-jawaban yang menarik baginya saja atau ketika dia sedang mengisi jawaban, sambungan Internetnya putus. Kelemahan ini dapat diatasi dengan menggunakan script CGI yang berfungsi menolak jawaban responden yang tidak lengkap.
  2. Jawaban-Jawaban yang Tidak Dapat Diproses: responden memberikan jawaban yang tidak dapat diproses, misalnya seharusnya dia mengisikan angka tapi yang dimasukkan adalah teks. Kelemahan ini dapat diatasi dengan menggunakan script CGI yang berfungsi mengingatkan responden agar mengirimkan kuesioner yang dijawab secara benar.
  3. Pengiriman Jawaban Berulang-Ulang: responden yang belum berpengalaman di dunia Internet dapat dengan tidak sengaja mengirimkan formulir lebih dari satu kali. Hal ini dapat terjadi karena merasa tidak yakin jika hanya melakukan satu “klik” pada tombol kirim. Kelemahan ini dapat diatasi dengan sript CGI yang hanya memroses kuesioner yang dikirim oleh responden pertama kali saja.
  4. Keamanan dan Integritas Data: Beberapa kelemahan yang paling rawan di Internet ialah tidak ada satupun cara yang dapat mencegah orang untuk mengkases web site berisi kuesioner penelitian tersebut, menjawab pertanyaannya dan mengirimkan ke server tujuan. Cara mengatasi ini ialah dengan memasang password yang handal sehingga mengurangi resiko diisi oleh orang yang tidak diinginkan. Orang juga dapat mengirimkan data ke server kita yang bersisi data jawaban responden; oleh karena itu server harus dibekali dengan  program yang dapat menolak pengiriman formulir yang bukan berasal dari server asal / resmi. Banyak orang dengan mudah dapat melihat sumber program HTML untuk pembuatan kuesioner tersebut. Kemungkinan masalah keperawanan yang ditimbulkan ialah mereka menggunakan variable-variabel sama dengan pertanyaan-pertanyaan yang berbeda dengan tujuan mengacaukan data kita kemudian dikirim ke server di mana jawaban responden diproses. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan Script CGI yang dapat mengidentifikasi kuesioner yang dikirim apakah berasal dari server resmi kita atau server yang lain.
  5. Validitas Data: ada kecenderungan bagi para pengguna Internet (netter) untuk tidak memberikan data demografi yang benar dalam pembuatan email ataupun data lainnya, hal ini berakibat membuat hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi. Itulah sebabnya, penelitian di Internet lebih cocok ditargetkan untuk populasi yang sudah didefinisikan secara spesifik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan data demografi yang dianggap benar dan cocok untuk dijadikan sarana dalam menentukan kriteria sample.
  6. Berbagai Browser Menampilkan Hasil yang Berbeda: Tidak semua browser dibuat untuk dapat menampilkan hasil yang sama. Betapa pun rapinya website yang kita buat jika dilihat dengan browser di komputer kita belum tentu hasilnya akan sama jika website tersebut dilihat oleh orang lain yang menggunakan komputer dengan browser dari versi yang berbeda. Untuk masalah ini, sampai sekarang belum ada solusinya. Salah satu strategi yang penulis gunakan untuk mensiasati masalah ini ialah dengan menggunakan perintah tabel pada HTML dengan ukuran tidak penuh pada layar monitor (tabel with = 80%), mengunci posisi tampilan ke dalam kolom atau baris tabel dan membuat top alignment pada setiap tampilan dalam kolom tabel

 

Iklan

Keunggulan Penelitian Melalui Internet

ImageDewasa ini semakin banyak peneliti yang menggunakan internet sebagai sarana dalam melakukan penelitian. Tidak mengherankan memang, apabila melihat beberapa keunggulan dari internet yang mungkin tidak didapatkan pada sarana penelitian lainnya antara lain:

  1. Jumlah Populasi: Pengakses Internet dari hari ke hari semakin besar jumlahnya, khususnya para pengakses World Wide Web; oleh karena itu Internet sudah menjadi sumber responden yang sangat berharga. Populasi di Internet tidak dibatasi secara geografis. Bahkan saat ini sudah tersedia informasi demografi para pengguna Internet dalam data base yang dapat diakses dari mana saja.
  2. Penghematan Waktu dan Biaya: Tidak dapat disangkal saat ini dengan menggunakan Internet dan komputer beberapa kegiatan dalam penelitian dan bahan pendukung, seperti kertas dapat dihilangkan sehingga mengurangi biaya pengeluaran. Jika dilakukan secara manual, maka koleksi data memerlukan tenaga surveyor yang jumlahnya tergantung pada berapa data yang dibutuhkan oleh peneliti. Dengan menggunakan script CGI yang memadai, peneliti juga dapat menghilangkan peranan tenaga tabulasi dan entry data. Hampir semua verifikasi data jawaban dapat dilakukan dengan menggunakan program.
  3. Motivasi: Survey yang bersifat dinamis dan interaktif dapat membangkitkan motivasi responden. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan umpan balik secara langsung kepada responden dengan memberikan akses untuk melihat ringkasan hasil penelitian sementara.
  4. Persyaratan Hardware Yang Mudah Didapatkan: Setiap peneliti dapat melakukan penelitian di Internet hanya dengan cara menyambungkan komputernya dengan Internet sehingga memungkinkan yang bersangkutan mempunyai akses ke server  World Wide Web, mempunyai server yang dapat menjalankan program CGI.
  5. Persyaratan Software yang Mudah Dibuat Sendiri: Hanya dengan menggunakan Bahasa HTML yang sederhana peneliti dapat membuat formulir untuk menempatkan kuesioner. Disamping itu, tersedianya browser popular seperti Internet Explorer, Netscape dan sejenisnya yang mudah dioperasikan akan membantu peneliti mengerti cara-cara melakukan penelitian di Internet. Script CGI juga banyak tersedia di World Wide Web dan dapat di download secara gratis.

Kategori Online Sampling

ImageCara merumuskan masalah dan menentukan tujuan penelitian tetap mengacu pada ketentuan penelitian pada umumnya. Pada dasarnya peraturan mengenai teknik sampling untuk penelitian secara online adalah sama dengan penelitian di lapangan, yaitu dengan mempertimbangkan tujuan penelitian dan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Letak perbedaanya ialah pada pengambilan sample dan menentukan sumbernya.  Berdasarkan pengamatan penulis para peneliti online membagi dalam 3 (tiga) kategori sample di Internet, yaitu:

  1. Sample Tidak Dibatasi (unrestricted sample): Jika peneliti menggunakan teknik ini, maka siapapun juga pengunjung di Internet (netter) diperbolehkan mengisi kuesioner yang disediakan. Teknik ini disebut juga “self-selected respondent”, seseorang memilih diri sendiri untuk berpartisipasi menjadi responden secara sukarela atas kemauan sendiri karena ketertarikan terhadap objek penelitian yang sedang dilakukan. Kelemahan dari teknik ini ialah responden dapat tidak mewakili populasi yang dikehendaki oleh peneliti.
  2. Sample yang Disaring (screened sample): teknik ini merupakan modifikasi dari teknik pertama dengan menambahkan beberapa persyaratan yang berfungsi untuk membatasi responden agar sesuai dengan keinginan peneliti. Faktor-faktor yang digunakan untuk membatasi misalnya:
    1. Demografi, seperti usia, pendidikan, penghasilan dan lain sebagainya;
    2. Kriteria yang berhubungan dengan produk, seperti perilaku pembelian, tanggung jawab pekerjaan, penggunaan produk saat ini;
    3. juga faktor lain yang berkaitan dengan pengalaman dalam menggunakan Internet, seperti lama waktu menggunakan Internet setiap harinya, lama waktu memulai mengenal Internet, ketersediaan komputer yang tersambung dengan Internet.

    Dengan teknik ini didapatkan hasil yang lebih baik dibanding dengan teknik pertama.

  3. Sample yang Dipilih (recruited sample): teknik ketiga ini menargetkan populasi tertentu yang akan dijadikan sebagai sample (responden) dalam suatu penelitian. Dengan menentukan terlebih dahulu kriteria responden yang akan dipilih, peneliti dapat mulai melakukan pemilihan responden melalui email, telepon, atau berhubungan secara langsung. Setelah dilakukan evaluasi dengan menggunakan  kualifikasi yang ditentukan, selanjutnya responden yang memenuhi syarat tersebut dikirimi email untuk membuka halaman website di mana kuesioner yang akan diisi ditempatkan dengan diberikan password untuk dapat mengaksesnya. Teknik ini merupakan teknik yang paling ideal karena tingkat representasinya yang tinggi.

Survei Online Melalui Internet

ImageMeningkatnya kemampuan Internet dalam menghadirkan tampilan visual menarik dengan dukungan kecepatan transfer data yang semakin tinggi, membuat semakin banyak orang menjadikan Internet tidak hanya sebagai sarana untuk mencari informasi tetapi juga alternatif hiburan yang menyenangkan. Berdasarkan penelitian, hampir 90% mahasiswa di Amerika  mencari informasi yang berkaitan dengan studi mereka melalui Internet. Dalam setiap detik ada sekitar 7 orang yang mulai belajar mengklik mouse untuk memasuki dunia maya ini.

Kondisi di atas telah menempatkan Internet sebagai salah satu media kontak paling anyar antar manusia di seluruh permukaan bumi ini, sehingga Internet memunculkan komunitas-komunitas maya yang dikenal dengan istilah netizen__warga negara dunia maya yang melakukan berbagai hubungan dan transaksi secara online. Dari sudut pandang ilmu penelitian, Internet memberikan sumbangan yang cukup signifikan, terutama berkaitan dengan minimalisasi anggaran. Hal ini meliputi antara lain pengurangan personil pengambilan data dan biaya untuk mengurangi perjalanan fisik dan waktu. Disamping adanya server-server yang menyediakan data sekunder, maka komunitas-komunitas dunia maya meruapakan sumber penyedia responden untuk mencapatkan data primer dengan lebih cepat, mudah dan biayanya pun lebih murah.

Saat ini baik penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantiatif sudah banyak dilakukan oleh para peneliti melalui Internet. Untuk supaya terfokus, tulisan kali ini hanya membicarakan mengenai cara melakukan survei melalui Internet. Adapun tahapan dalam melaksanakan survei secara online adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan masalah dan tujuannya
  2. Menentukan bahasa pemrograman yang akan digunakan untuk membuat formulir
  3. Membuat kuesioner untuk mengambil data
  4. Memilih calon responden
  5. Menyampaikan kusioner pada responden
  6. Menentukan lokasi penyimpanan data jawaban responden
  7. Menganalisa data
  8. Menampilkan hasil penelitian secara bertahap (progress report)
  9. Diseminasi hasil penelitian akhir

Internet Sebagai Sarana Penelitian

ImageBanyak cara dapat dilakukan dalam menghimpun informasi. Selain dapat menunjang pekerjaan anda, informasi juga memperkaya pengetahuan dan merangsang timbulnya ide – ide cemerlang. Satu cara yang paling populer dalam mengumpulkan informasi adalah melalui penelitian. Di era globalisasi sekarang ini, melakukan penelitian jadi semakin mudah dan cepat berkat adanya Internet. Sebagai salah satu sarana pertukaran data / informasi yang paling cepat sampai hari ini, Internet telah menjadi tempat dimana orang mencari informasi yang bersifat hiburan, olah raga, politik, bisnis, teknologi dan informasi apa saja yang berkaitan dengan kehidupan manusia pada umumnya.

Dalam hubungannya dengan dunia penelitian, Internet telah menjadi sarana untuk mendapatkan informasi atau data yang tersimpan di server-server yang tersebar di seluruh dunia yang dapat diakses dan dibaca secara cepat, mudah dan cuma-cuma oleh para pengunjung Internet (netter). Dengan kata lain Internet merupakan tempat yang penting bagi para peneliti untuk mendapatkan data sekunder sebanyak-banyaknya.

Dengan dikenalkannya teknologi World Wide Web (WWW) pada tahun 1990-an, maka Internet dapat menampilkan “halaman-halaman” yang tidak hanya berisi teks saja, tetapi juga gambar, grafik, animasi dan suara yang menarik dan penuh dengan warna-warni; sehingga Internet bagi sebagian orang telah digunakan sebagai pengganti televisi karena Internet telah mampu menampilkan layanan multimedia, yaitu data, citra dan suara.