Arsip Tag: penelitian

Penelitian Offline Vs. Penelitian Online

ImageMeskipun secara kasat mata dapat dibedakan menurut media atau sarana yang digunakan, namun pada dasarnya terdapat kesamaan strategi, prosedur dan tahapan ketika melakukan penelitian online di Internet maupun penelitian offline di lapangan. Perbedaan utama adalah terletak pada cara teknik sampling, penyampaian kuesioner dan pengambilan data.

Pada penelitian di lapangan kuesioner disampaikan dengan cara pribadi ke pribadi oleh surveyor atau melalui surat pos; sedang di Internet disampaikan dengan cara mengirim email atau dengan web site.

Kerangka sampling pada penelitian lapangan menggunakan buku telepon atau daftar alamat lainnya; sementara di Internet, kerangka samplingnya menggunakan alamat email atau database yang menyediakan sumber responden secara online.

Cara pengambilan data pada penelitian pertama surveyor mendatangi responden, setelah diisi jawabannya oleh mereka surveyor mengambil lagi kuesionernya; sedangkan pada penelitian kedua responden mengisi kuesioner di layar monitor kumputernya dan setelah selesai langsung dapat mengirimkan dengan menekan tombol pengiriman yang sudah disediakan.

Keuntungan yang paling menonjol dalam melakukan penelitian di Internet ialah terletak pada kecepatan proses koleksi data dan tabulasinya yang dapat dilakukan secara otomatis oleh program. Karena tugas ini sudah diambil alih oleh mesin, maka peneliti bisa berhemat biaya dengan tidak mempekerjakan surveyor pengambil data di lapangan.

Sekalipun demikian peneliti sebaiknya berhati-hati dalam melakukan penelitian di Internet, khususnya berkaitan dengan validitas data dan keamanan server lokasi pemrosesan data. Jika sekuritivitas server tidak baik, maka data akan dapat dirusak dengan mudahnya oleh para hacker yang berkeliaran di dunia maya.

Keunggulan Penelitian Melalui Internet

ImageDewasa ini semakin banyak peneliti yang menggunakan internet sebagai sarana dalam melakukan penelitian. Tidak mengherankan memang, apabila melihat beberapa keunggulan dari internet yang mungkin tidak didapatkan pada sarana penelitian lainnya antara lain:

  1. Jumlah Populasi: Pengakses Internet dari hari ke hari semakin besar jumlahnya, khususnya para pengakses World Wide Web; oleh karena itu Internet sudah menjadi sumber responden yang sangat berharga. Populasi di Internet tidak dibatasi secara geografis. Bahkan saat ini sudah tersedia informasi demografi para pengguna Internet dalam data base yang dapat diakses dari mana saja.
  2. Penghematan Waktu dan Biaya: Tidak dapat disangkal saat ini dengan menggunakan Internet dan komputer beberapa kegiatan dalam penelitian dan bahan pendukung, seperti kertas dapat dihilangkan sehingga mengurangi biaya pengeluaran. Jika dilakukan secara manual, maka koleksi data memerlukan tenaga surveyor yang jumlahnya tergantung pada berapa data yang dibutuhkan oleh peneliti. Dengan menggunakan script CGI yang memadai, peneliti juga dapat menghilangkan peranan tenaga tabulasi dan entry data. Hampir semua verifikasi data jawaban dapat dilakukan dengan menggunakan program.
  3. Motivasi: Survey yang bersifat dinamis dan interaktif dapat membangkitkan motivasi responden. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan umpan balik secara langsung kepada responden dengan memberikan akses untuk melihat ringkasan hasil penelitian sementara.
  4. Persyaratan Hardware Yang Mudah Didapatkan: Setiap peneliti dapat melakukan penelitian di Internet hanya dengan cara menyambungkan komputernya dengan Internet sehingga memungkinkan yang bersangkutan mempunyai akses ke server  World Wide Web, mempunyai server yang dapat menjalankan program CGI.
  5. Persyaratan Software yang Mudah Dibuat Sendiri: Hanya dengan menggunakan Bahasa HTML yang sederhana peneliti dapat membuat formulir untuk menempatkan kuesioner. Disamping itu, tersedianya browser popular seperti Internet Explorer, Netscape dan sejenisnya yang mudah dioperasikan akan membantu peneliti mengerti cara-cara melakukan penelitian di Internet. Script CGI juga banyak tersedia di World Wide Web dan dapat di download secara gratis.

Tahapan dalam Penelitian

ImageSecara garis besarnya suatu penelitian dapat diurutkan ke dalam beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Menyampaikan kusioner pada responden.
    Cara penyampaian kuesioner kepada responden tergantung pada cara menempatkan kuesioner tersebut di World Wide Web.
    Cara pertama ialah meletakkan kuesioner pada web site dengan alamat tertentu, misalnya http://www.survei.com. Jika cara ini yang dilakukan, maka peneliti kemudian mengirim email kepada responden yang sudah ditentukan (tergantung teknik sampling apa yang digunakan) yang  berisi alamat web site dimana yang bersangkutan dapat mengisi kuesioner yang dimaksudkan dengan diberikan password untuk mengaksesnya.
    Cara kedua ialah memasukkan kuesioner dalam email yang dikirim kepada calon responden dan mereka diminta mengisi kuesioner tersebut. Jika sudah selesai maka responden cukup menekan tombol replay yang ada pada menu aplikasi emailnya sehingga kuesioner akan dikirim kembali kepada peneliti yang mengirimnya.
  2. Menganalisa Data.
    Pada tahap awal cara menganalisa data dapat dilakukan langsung secara online. Dengan menggunakan script CGI, maka data yang terkumpul dapat secara langsung diolah dengan tabulasi dan / atau tabulasi silang untuk mendapatkan analisa deskriptif data yang terkumpul. Sedangkan untuk analisa sebenarnya sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penelitian yang telah ditentukan. Yang terpenting ialah data sudah ada dan peneliti tinggal melakukan analisa dengan menggunakan teknik analisa statistik yang sesuai kapan saja peneliti mau melakukannya, misalnya peneliti dapat menggunakan SPSS untuk menganalisa data yang ada.
  3. Menampilkan hasil penelitian sementara secara bertahap (progress report).
    Salah satu keunggulan penelitian secara online di Internet ialah peneliti dapat menampilkan hasil penelitian sementara secara bertahap dan secara otomatis. Hasil yang ditampilkan dapat berupa tabulasi angka dan persentasenya serta grafik yang menampilkan angka-angka hasil analisa deskriptifnya. Dengan melihat hasil sementara ini, para netter akan mendapatkan bukti konkret yang berkaitan dengan partisipasinya sebagai responden ataupun sebagai sesama peneliti.
  4. Diseminasi hasil penelitian akhir.
    Setiap peneliti tentu ingin hasil penelitiannya diketahui dan diakui publik. Agar hasil penelitian tersebut segera tersebar luas dan gampang diakses dibutuhkan sarana publikasi yang efektif. Untuk mempublikasikan hasil penelitian akhir, yang paling efektif ialah melalui web site / portal direktori yang terkenal seperti http://www.google.com  untuk level direktori dunia dan http://www.searchindonesia.com  untuk portal direktori di Indonesia yang popular.

Kategori Online Sampling

ImageCara merumuskan masalah dan menentukan tujuan penelitian tetap mengacu pada ketentuan penelitian pada umumnya. Pada dasarnya peraturan mengenai teknik sampling untuk penelitian secara online adalah sama dengan penelitian di lapangan, yaitu dengan mempertimbangkan tujuan penelitian dan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Letak perbedaanya ialah pada pengambilan sample dan menentukan sumbernya.  Berdasarkan pengamatan penulis para peneliti online membagi dalam 3 (tiga) kategori sample di Internet, yaitu:

  1. Sample Tidak Dibatasi (unrestricted sample): Jika peneliti menggunakan teknik ini, maka siapapun juga pengunjung di Internet (netter) diperbolehkan mengisi kuesioner yang disediakan. Teknik ini disebut juga “self-selected respondent”, seseorang memilih diri sendiri untuk berpartisipasi menjadi responden secara sukarela atas kemauan sendiri karena ketertarikan terhadap objek penelitian yang sedang dilakukan. Kelemahan dari teknik ini ialah responden dapat tidak mewakili populasi yang dikehendaki oleh peneliti.
  2. Sample yang Disaring (screened sample): teknik ini merupakan modifikasi dari teknik pertama dengan menambahkan beberapa persyaratan yang berfungsi untuk membatasi responden agar sesuai dengan keinginan peneliti. Faktor-faktor yang digunakan untuk membatasi misalnya:
    1. Demografi, seperti usia, pendidikan, penghasilan dan lain sebagainya;
    2. Kriteria yang berhubungan dengan produk, seperti perilaku pembelian, tanggung jawab pekerjaan, penggunaan produk saat ini;
    3. juga faktor lain yang berkaitan dengan pengalaman dalam menggunakan Internet, seperti lama waktu menggunakan Internet setiap harinya, lama waktu memulai mengenal Internet, ketersediaan komputer yang tersambung dengan Internet.

    Dengan teknik ini didapatkan hasil yang lebih baik dibanding dengan teknik pertama.

  3. Sample yang Dipilih (recruited sample): teknik ketiga ini menargetkan populasi tertentu yang akan dijadikan sebagai sample (responden) dalam suatu penelitian. Dengan menentukan terlebih dahulu kriteria responden yang akan dipilih, peneliti dapat mulai melakukan pemilihan responden melalui email, telepon, atau berhubungan secara langsung. Setelah dilakukan evaluasi dengan menggunakan  kualifikasi yang ditentukan, selanjutnya responden yang memenuhi syarat tersebut dikirimi email untuk membuka halaman website di mana kuesioner yang akan diisi ditempatkan dengan diberikan password untuk dapat mengaksesnya. Teknik ini merupakan teknik yang paling ideal karena tingkat representasinya yang tinggi.

Survei Online Melalui Internet

ImageMeningkatnya kemampuan Internet dalam menghadirkan tampilan visual menarik dengan dukungan kecepatan transfer data yang semakin tinggi, membuat semakin banyak orang menjadikan Internet tidak hanya sebagai sarana untuk mencari informasi tetapi juga alternatif hiburan yang menyenangkan. Berdasarkan penelitian, hampir 90% mahasiswa di Amerika  mencari informasi yang berkaitan dengan studi mereka melalui Internet. Dalam setiap detik ada sekitar 7 orang yang mulai belajar mengklik mouse untuk memasuki dunia maya ini.

Kondisi di atas telah menempatkan Internet sebagai salah satu media kontak paling anyar antar manusia di seluruh permukaan bumi ini, sehingga Internet memunculkan komunitas-komunitas maya yang dikenal dengan istilah netizen__warga negara dunia maya yang melakukan berbagai hubungan dan transaksi secara online. Dari sudut pandang ilmu penelitian, Internet memberikan sumbangan yang cukup signifikan, terutama berkaitan dengan minimalisasi anggaran. Hal ini meliputi antara lain pengurangan personil pengambilan data dan biaya untuk mengurangi perjalanan fisik dan waktu. Disamping adanya server-server yang menyediakan data sekunder, maka komunitas-komunitas dunia maya meruapakan sumber penyedia responden untuk mencapatkan data primer dengan lebih cepat, mudah dan biayanya pun lebih murah.

Saat ini baik penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantiatif sudah banyak dilakukan oleh para peneliti melalui Internet. Untuk supaya terfokus, tulisan kali ini hanya membicarakan mengenai cara melakukan survei melalui Internet. Adapun tahapan dalam melaksanakan survei secara online adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan masalah dan tujuannya
  2. Menentukan bahasa pemrograman yang akan digunakan untuk membuat formulir
  3. Membuat kuesioner untuk mengambil data
  4. Memilih calon responden
  5. Menyampaikan kusioner pada responden
  6. Menentukan lokasi penyimpanan data jawaban responden
  7. Menganalisa data
  8. Menampilkan hasil penelitian secara bertahap (progress report)
  9. Diseminasi hasil penelitian akhir

Internet Sebagai Sarana Penelitian

ImageBanyak cara dapat dilakukan dalam menghimpun informasi. Selain dapat menunjang pekerjaan anda, informasi juga memperkaya pengetahuan dan merangsang timbulnya ide – ide cemerlang. Satu cara yang paling populer dalam mengumpulkan informasi adalah melalui penelitian. Di era globalisasi sekarang ini, melakukan penelitian jadi semakin mudah dan cepat berkat adanya Internet. Sebagai salah satu sarana pertukaran data / informasi yang paling cepat sampai hari ini, Internet telah menjadi tempat dimana orang mencari informasi yang bersifat hiburan, olah raga, politik, bisnis, teknologi dan informasi apa saja yang berkaitan dengan kehidupan manusia pada umumnya.

Dalam hubungannya dengan dunia penelitian, Internet telah menjadi sarana untuk mendapatkan informasi atau data yang tersimpan di server-server yang tersebar di seluruh dunia yang dapat diakses dan dibaca secara cepat, mudah dan cuma-cuma oleh para pengunjung Internet (netter). Dengan kata lain Internet merupakan tempat yang penting bagi para peneliti untuk mendapatkan data sekunder sebanyak-banyaknya.

Dengan dikenalkannya teknologi World Wide Web (WWW) pada tahun 1990-an, maka Internet dapat menampilkan “halaman-halaman” yang tidak hanya berisi teks saja, tetapi juga gambar, grafik, animasi dan suara yang menarik dan penuh dengan warna-warni; sehingga Internet bagi sebagian orang telah digunakan sebagai pengganti televisi karena Internet telah mampu menampilkan layanan multimedia, yaitu data, citra dan suara.